Menurut Fadli, salah satu keistimewaan Nasirun adalah rasa hormatnya yang luar biasa terhadap para pendahulu. Nasirun bahkan membangun museum khusus tepat di seberang rumahnya untuk mengoleksi karya-karya para maestro seni rupa yang dianggapnya sebagai guru.

"Karya-karya itu setiap kali saya datang, belasan kali sudah saya datang ke museum beliau, selalu saja ada yang bertambah," ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut pameran di Galeri Nasional menjadi dialog estetik tim redaksi karya Nasirun dengan para gurunya. Karya Nasirun, kata dia, selalu membawa tradisi, budaya, spiritualitas dan juga realitas kehidupan sehari-hari.

"Karena ini merupakan satu conversation tim redaksi Nasirun dengan guru-gurunya. Jadi ada karya-karya Mas Nasirun, ada karya-karya guru-guru beliau," kata Fadli Zon.

"Mas Nasirun ini adalah seorang yang sangat kreatif, selalu ada gagasan-gagasan baru, ide-ide baru dan kemudian mencurahkannya di dalam ekspresi-ekspresi budaya itu," sambungnya.

Tak hanya berkarya, Nasirun juga dikenang karena kesediannya dalam menularkan ilmu kepada para seniman muda. Fadli Zon menyebut bahwa Nasirun sempat menjadi pengajar dalam program 'Belajar Bersama Maestro' di Kementerian Kebudayaan.