"Beliau orang yang sangat dedicated untuk membagikan pengalamannya, ilmunya kepada generasi muda. Ada 10 orang siswa terpilih audisi yang tinggal dan belajar bersama Nasirun hingga melahirkan karya-karya yang penuh kedalaman. Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru," harap Fadli Zon.

Acara pembukaan pameran itu turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; sastrawan sekaligus kiai, KH. D. Zawawi Imron; keluarga mendiang Nasirun serta jajaran kurator dan pejabat Kementerian Kebudayaan.

"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Pak Kapolri khususnya nih, jarang-jarang Pak Kapolri ini hadir untuk melihat sebuah pameran seni rupa. Mudah-mudahan ke depan semakin sering," imbuhnya.

Kemudian, dia berbicara tentang amanat konstitusi Pasal 32 UUD 1945 terkait kewajiban negara memajukan kebudayaan nasional. Fadli Zon menyebut memajukan kebudayaan nasional Indonesia adalah tugas bersama.

"Memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia adalah tugas kita bersama," pungkasnya.