Lalu bagaimana dengan susu kental manis?

Produk susu kental manis (SKM) memiliki karakteristik dan penggunaan yang berbeda dengan susu cair. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan SKM tidak dianjurkan dikonsumsi sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu. Penggunaannya lebih tepat sebagai pelengkap, topping, atau campuran makanan dan minuman.

Hal ini penting karena istilah "susu" tidak berarti semua produk susu memiliki cara konsumsi yang sama. SKM memiliki rasa manis sehingga penggunaannya juga perlu memperhatikan jumlah yang ditambahkan ke dalam sajian.

Misalnya, SKM digunakan sebagai pelengkap pada roti, makanan penutup, minuman, atau sajian lainnya. Jumlah kalori yang digunakan tetap berkontribusi terhadap total asupan gula dan energi dalam sehari.

Karena itu, pembahasan mengenai kenaikan berat badan tidak cukup hanya dengan pertanyaan apakah susu atau SKM bikin gemuk. Porsi, cara konsumsi, serta keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari juga perlu diperhatikan.

Hal serupa berlaku untuk gula. Batas konsumsi gula yang dianjurkan Kementerian Kesehatan adalah maksimal 50 gram per hari atau sekitar 4 sendok makan. Asupan tersebut merupakan akumulasi gula dari berbagai makanan dan minuman dalam sehari.

Artinya, ketika sudah mengonsumsi berbagai makanan atau minuman manis, penggunaan produk yang memberikan rasa manis juga perlu diperhitungkan agar total asupannya tidak berlebihan.

"Selama minumnya masih dalam porsi ideal dan total kalori harian belum jebol, nggak bakal bikin gemuk kok," jelas dr Yaze.