Unggahan tersebut juga menampilkan foto front office Dispendukcapil yang disebut melayani warga, sementara pengunggah menilai sikap petugas saat memberikan pelayanan perlu dievaluasi karena menurutnya warga seharusnya mendapatkan pelayanan dengan sikap ramah dan komunikasi yang baik.
"Tolong lain kali di perbaiki sikap nya senyum,salam,sapa. Jenengan ini perlu evaluasi langsung dari kantor pusat, karena saya lihat di ulasan penilaian banyak sekali orang memberi bintang 1 karena pelayanan tidak baik MBA.NAVI," tambahnya.
Pengunggah mengatakan persoalan tersebut terasa semakin berat karena dokumen yang hendak diurus merupakan KTP kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, sedangkan dirinya harus beberapa kali datang ke Surabaya untuk membantu proses pengurusan sehingga waktu dan energinya ikut terkuras.
"Ini saya mengurus kartu tanda penduduk ibu dan bapak saya yg sudah sepuh2 sedangkan sy perlu bolak-balik ke surabaya untuk bantu menguruskan. Menyita waktu,menyita tenaga mba..," terang unggahan akun tersebut.
Selain mengunggah keluhan di Threads, warga tersebut juga memberikan rating bintang 1 terhadap layanan yang diterimanya dan menemukan sejumlah ulasan warga lain yang juga mengeluhkan pelayanan front office tersebut sehingga persoalan itu kemudian semakin ramai diperbincangkan di media sosial.
"Mba tolong, ada permasalahan kah di rumah ? Sehingga di bawa beban nya di kerjaan.. Jenengan ini pelayanan publik seluruh warga surabaya, tolong attitude nya di jaga," demikian tulis pengunggah dalam unggahannya.