NADIKABAR.COM — Lebih dari 1,2 juta orang di Jalur Gaza dan Tepi Barat mengalami kekurangan pangan akut pada periode April hingga Juni, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada Rabu (7/10).
"Di Gaza dan Tepi Barat, lebih dari 1,2 juta orang menghadapi tingkat kerawanan pangan akut pada kategori Krisis atau lebih parah antara April dan Juni 2026. Kondisi tersebut diperkirakan semakin memburuk pada semester kedua tahun ini," kata FAO dalam sebuah pernyataan, dengan mengutip data dari sistem pemantauan Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC).
FAO meminta dana sebesar 140,9 juta dolar AS (sekitar Rp2,52 triliun) untuk tahun 2027 guna memberikan bantuan pertanian darurat dan mendukung pemulihan di kawasan tersebut.