"Baru satu yang dicoba. Karena gini, mesin sampah itu tidak seperti kita beli alat elektronik, datang ke rumah, colok, langsung hidup. Karena ini adalah sebuah mesin industri, sekecil apa pun, cobaan dulu, pasang dulu, konstruksinya benar apa enggak, pengelolaan polusi udaranya sudah baik apa enggak. Makanya itu masih dalam tahap percobaan, kapasitas full-nya 3 ton," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/8/2026).

Pemkot Bandung sendiri sudah menyiapkan 20 titik untuk uji coba mesin pengolah sampah hibah dari Pemprov Jabar. Namun, dari hasil uji satu alat, Farhan menyatakan hasilnya belum konsisten sesuai harapan.

"Sudah ada hasil tapi belum konsisten, maka akan ditingkatkan terus konsistensinya. Kelihatannya masih lumayan optimis, cuma memang kita mesti bicara masalah apakah konsumsi listriknya efisien," ungkapnya.