"Kan kadang-kadang kita suka lupa ngitung itu ya. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, berapa besar kalau misalkan kita mau jual jasa pengelolaan sampah itu kepada masyarakat, masyarakat itu mesti bayarnya berapa, ataukah bisa nanti ditanggung, disubsidi oleh pemerintah atau enggak. Itu masih kita hitung, jadi masih eksperimen sekarang," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang Farhan terima, uji coba mesin tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Jika hasil uji coba sesuai harapan, mesin tersebut akan diduplikasi di 20 titik di Kota Bandung.
"Kalau dari teman-teman yang di lapangan mah janjinya bulan Oktober sudah ketahuan hasilnya. Jadi kalau Oktober sudah ketahuan hasilnya dan ternyata efisien, kita bisa laksanakan. Langsung duplikasi di 20 dulu. Dari 20, 20 jalan semuanya, baru kita tambah secara bertahap sampai 151, satu di setiap kelurahan," pungkasnya.