Melalui unggahan di X, Direktur FBI Kash Patel menyambut penangkapan tersebut sekaligus memperingatkan negara-negara asing bahwa "Amerika tidak lagi menjadi tempat yang aman untuk menjalankan operasi spionase Anda."

"Diduga memata-matai keluarga seorang pemimpin asing di wilayah AS atas nama RRC dan mencoba naik pesawat kembali ke Shanghai? Itu tidak akan terjadi," tambah Patel.

Lai dan Partai Progresif Demokratik yang dipimpinnya memperjuangkan identitas Taiwan yang berbeda dari China. Sikap tersebut kerap memicu kecaman Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah China.

Meski Washington tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei, Amerika Serikat merupakan pendukung internasional terpenting sekaligus pemasok senjata utama bagi pulau tersebut.

Kantor Presiden Taiwan mengecam kasus tersebut sebagai "tindakan barbar" dan mengonfirmasi bahwa keluarga Presiden Lai menjadi sasaran. Taipei juga menyebut kasus itu sebagai bentuk "penindasan lintas batas."

"Perilaku semacam itu tidak boleh ditoleransi di dunia yang beradab," kata Juru Bicara Kantor Kepresidenan Karen Kuo dalam sebuah pernyataan, sambil mengucapkan terima kasih kepada otoritas peradilan AS atas "bantuan dan perlindungan mereka terhadap warga negara kami."