NADIKABAR.COM — Platform media sosial seperti TikTok dan Instagram kini tak lagi didominasi oleh generasi Z dan milenial.
Para lansia berusia 70 hingga 90-an tahun kian marak menjadi content creator populer yang meraup jutaan pengikut. Tak sekadar menyalurkan hobi, para 'nenek TikTok' ini berhasil mengubah popularitas digital menjadi bisnis yang amat menguntungkan.
Para kreator senior ini menghadirkan beragam tema konten, mulai dari mode (fashion), kuliner, kencan, hingga tips merawat rumah tangga, yang sukses memikat hati audiens dari kalangan anak muda.
Daya tarik para kreator senior ini terbukti menghasilkan pendapatan yang fantastis. Beberapa sosok populer di antaranya:
Di balik gelak tawa dan resep masakan, keberadaan para kreator lansia ini memberikan dampak psikologis positif bagi audiens muda. Banyak pengikut berusia 20--30-an tahun mengaku tidak lagi merasa takut menghadapi proses penuaan setelah melihat energi dan keceriaan para nenek tersebut.
Agensi influencer marketing We Are Social mencatat bahwa konten hangat yang disajikan para lansia ini memberikan rasa nyaman di tengah ketidakpastian dunia modern. Bagi banyak pengikut, para kreator ini bertindak sebagai sosok "nenek virtual" yang memberikan perhatian dan nasihat hangat layaknya keluarga sendiri.
Daya tarik kreator lansia di mata brand global terus meningkat. Menurut analisis industri, audiens yang dimiliki oleh influencer lansia cenderung memiliki tingkat loyalitas yang sangat tinggi serta daya beli yang lebih stabil.
Aktivitas para lansia ini membuktikan bahwa ruang kreasi digital tidak dibatasi oleh usia. Selama konten yang disajikan otentik dan menghibur, siapa pun bisa menjadi bintang baru di internet, demikian dikutip NadiKabar dari BBC, Jumat (23/10/2026).