Ia menggarisbawahi tiga poin penting dalam penyelenggaraan Festival Batik Tebet 2026. Pertama, menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Kedua, melibatkan pelaku industri kreatif dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ketiga, menjadikan Tebet sebagai pusat industri kreatif yang produktif dan berdaya saing. Upaya tersebut sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya.

"Upaya menghadirkan puluhan kolaborator ini menjadi kekuatan yang harus terus kita jaga dan kembangkan, sehingga kawasan Tebet dapat menjadi kiblat baru bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta," kata Syafrin.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Batik Tebet, Watini memaparkan, kegiatan yang berlangsung satu hari ini juga bertujuan menanamkan kecintaan terhadap seni batik sejak dini kepada anak-anak, generasi muda, dan masyarakat luas.

"Salah satu fokusnya adalah memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai proses pembuatan batik tulis dan batik cap," kata Watini.