"Sehingga orang tidak usah keliling-keliling Kota Bandung lagi, (kuliner legendaris) sudah kita bawa ke sini," lanjutnya.
Festival Kuliner Bandung tahun ini menghadirkan 88 tenant kuliner, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah sekitar 70 tenant. Sekitar 50-60 persen tenant merupakan pelaku kuliner asal Bandung, sedangkan lainnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga Jakarta.
Untuk mendapatkan tenant-tenant tersebut, Juni mengatakan, Summarecon Mall Bandung melakukan kurasi langsung. Mereka mendatangi berbagai tempat untuk mencari makanan yang dianggap memiliki cita rasa kuat sekaligus dikenal masyarakat.
"Jadi kita cari tenant itu kanvasing ke daerah-daerah, termasuk yang di Bandung maupun sampai ke misalnya ke Garut, ke Jakarta. Kita samperin tenant-tenant-nya," tuturnya.
Tim kemudian mencoba makanan tersebut sebelum menentukan apakah tenant layak diajak bergabung. Untuk masuk ke dalam kategori "kuliner legendaris", ia mengatakan, tim kurasi tidak terpaku pada lama berdirinya bisnis yang bersangkutan.
"Kita tidak mengkur dari lama waktu (berjualan) saja, tapi juga viralitasnya. Legendaris itu karena masih banyak orang yang cari, bukan hanya warga Bandungnya. Tapi juga jadi incaran warga luar Kota Bandung," paparnya.
Upaya tersebut menghasilkan sejumlah tenant yang cukup sulit ditemui dalam festival kuliner. Salah satunya Perkedel Bondon yang dikenal berjualan pada malam hingga dini hari.
Tim Summarecon bahkan mendatangi langsung lokasi Perkedel Bondon sekitar pukul 23.00 WIB untuk menawarkan keikutsertaan dalam festival.
Juni mengaku tidak menyangka ketika akhirnya Perkedel Bondon bersedia ikut. Hal serupa terjadi saat tim mencoba mengajak Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dari Jakarta.
"Kita bilang, ayo tim food, kejar saja dulu, canvassing ke sana, tawarin. Eh dia mau juga. Kita nggak nyangka juga dan pertama kali ada di Bandung," ujarnya.
Riska Diana, generasi ketiga pemilik Perkedel Bondon, mengaku Festival Kuliner Bandung adalah event kuliner pertama yang ia jajaki. Sebelumnya, perkedel legendaris tersebut fokus berjualan di lokasi.
"Ini pertama kali ikut event, coba-coba aja, untuk memperluas strategi dagang. Kita coba agar semakin dikenal," ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Tanpa disangka, ia mengatakan, dalam satu hari pihaknya bisa menjual lebih dari 1.000 pcs perkedel. Hal ini pun tampak dari antrean pembeli yang hampir selalu mengular di setiap jam.
"Kita jual per paket harga Rp35.000 isi 8 buah. Jadi kalau ditotalin, sudah ada lebih dari 1.000 buah sehari (terjual)," pungkasnya.