NADIKABAR.COM — Suguh, gupuh, lungguh. Tiga kata penuh makna ini merupakan wujud filosofi mendalam bagi masyarakat Suku Using di Banyuwangi dalam menyambut kehadiran tamu.
Kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun tersebut kembali dihidupkan secara meriah melalui gelaran Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir. Agenda budaya tahunan ini digelar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Sabtu (7/11).
Memasuki tahun ke-13 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, festival ini sukses menjadi salah satu agenda yang paling dinanti wisatawan. Ribuan pengunjung, termasuk deretan wisatawan mancanegara, tampak memadati jalan utama desa dan disambut hangat oleh warga di setiap halaman rumah.
Ribuan cangkir kopi disajikan secara gratis untuk menjamu siapa saja yang datang. Pengunjung juga diajak bernostalgia menikmati aneka kudapan tradisional khas Using, mulai dari kucur, tape ketan berbungkus daun kemiri, hingga pisang goreng yang lezat.
Keramahan warga Desa Kemiren itu rupanya menjadi pengalaman tersendiri yang sangat berkesan bagi para pelancong asing. Jay, salah seorang wisatawan asal Kanada, mengaku sangat senang dengan sambutan hangat masyarakat dan cita rasa kopi yang disajikan.