NADIKABAR.COM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun menegaskan Sumpah Pemuda merupakan ruh keberagaman Nusantara yang menjadi kekuatan sejati bangsa Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kekuatan terbesar Republik Indonesia tidak terletak pada kemegahan infrastruktur atau lompatan teknologi digital, melainkan pada rajutan perbedaan dari ribuan suku, ratusan bahasa daerah, beragam keyakinan, dan kekayaan budaya yang terikat dalam satu rumah besar bernama Indonesia.
"Perbedaan bukanlah dinding pemisah, melainkan anugerah agung yang mengikat kita dalam satu rumah besar bernama Indonesia," kata Alamsyah dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mengingatkan Hari Sumpah Pemuda bukan sekedar peringatan historis masa lampau, melainkan lonceng kebangkitan bagi generasi muda, baik gen-Z, Milenial maupun generasi Alpha untuk memperkuat ketahanan batin di tengah derasnya arus globalisasi dan individualisme digital.
Ego golongan, kata dia, fanatisme sempit serta prasangka antarsuku harus dilebur demi membangun masa depan bangsa yang kokoh.
"Mari kita ganti ego dengan kasih sayang, dan curiga dengan saling percaya. Dari cinta, lahir persatuan yang tak tergoyahkan," ujarnya.
Ia mengatakan FKN melalui langkah perjalanannya dari tanah Sumatera, bumi Banten, ranah Parahyangan, Kalimantan Raya, keindahan Yogyakarta hingga tanah Maluku Utara terus menyuarakan bahwa merawat keberagaman adalah kerja-kerja cinta yang menuntut ketulusan hati.
FKN mengusung tiga kata kunci utama bagi pemuda Indonesia di era modern, yakni beragam, bersatu dan berdaya.
"Beragam, merayakan setiap perbedaan suku, ras, dan agama sebagai orkestra kehidupan yang harmonis guna menciptakan melodi kebangsaan yang indah bagi Indonesia raya," kata Alamsyah.
Kemudian, bersatu, yakni berdiri tegap di atas fondasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu saudara sebangsa dan se-tanah air tanpa ruang bagi perpecahan.
Terakhir, berdaya, yaitu mengarahkan daya cipta, daya juang, dan daya saing generasi muda untuk memajukan bangsa, memperkuat gotong royong serta menjawab tantangan global dengan optimisme tinggi.
Ia menyampaikan menjelang satu abad perjalanan Indonesia, dunia luar memandang Indonesia bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi karena keajaiban sosialnya, di mana ratusan juta jiwa dengan berbagai latar belakang mampu hidup berdampingan dalam damai dan toleransi.
"Melalui momentum ini, FKN mengajak seluruh pemuda-pemudi Indonesia untuk membuktikan bahwa darah perjuangan Sumpah Pemuda 1928 tetap mengalir penuh gelora dan pantang menyerah demi kejayaan Indonesia Raya serta melangkah bersama menuju Indonesia emas yang adil, makmur dan sejahtera," ujar Alamsyah.