Kemudian, bersatu, yakni berdiri tegap di atas fondasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu saudara sebangsa dan se-tanah air tanpa ruang bagi perpecahan.
Terakhir, berdaya, yaitu mengarahkan daya cipta, daya juang, dan daya saing generasi muda untuk memajukan bangsa, memperkuat gotong royong serta menjawab tantangan global dengan optimisme tinggi.
Ia menyampaikan menjelang satu abad perjalanan Indonesia, dunia luar memandang Indonesia bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi karena keajaiban sosialnya, di mana ratusan juta jiwa dengan berbagai latar belakang mampu hidup berdampingan dalam damai dan toleransi.
"Melalui momentum ini, FKN mengajak seluruh pemuda-pemudi Indonesia untuk membuktikan bahwa darah perjuangan Sumpah Pemuda 1928 tetap mengalir penuh gelora dan pantang menyerah demi kejayaan Indonesia Raya serta melangkah bersama menuju Indonesia emas yang adil, makmur dan sejahtera," ujar Alamsyah.