"Saya tidak pernah mengatakan hal itu," tegasnya. "Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan negara ini," ucap Flavio dalam pernyataannya.
Dia menambahkan bahwa dirinya akan mematuhi perintah penyerahan paspor, namun sembari mengajukan keberatan atas perintah pengadilan tersebut.
Flavio juga menegaskan kembali upayanya untuk membatalkan hasil pilpres tahun ini. Dia berargumen bahwa perpanjangan waktu pemungutan suara pada Minggu (25/10) telah menguntungkan Lula da Silva, meskipun dirinya sendiri sempat mengajukan permintaan serupa ke pengadilan.
Dia juga berjanji untuk memimpin perlawanan terhadap pemerintahan Lula da Silva. "Untuk menghadapi kekacauan ini, saya akan mengorganisasi kubu oposisi," tandasnya.