NADIKABAR.COM — Senator Brasil, Flavio Bolsonaro, mengatakan bahwa seorang hakim Mahkamah Agung melarang dirinya untuk meninggalkan Brasil. Flavio mengungkapkan larangan ini sehari setelah dia kalah dalam pilpres dan menolak untuk mengakui kekalahannya dari kandidat petahana, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

Flavio, yang merupakan anak mantan Presiden Jair Bolsonaro ini, memperoleh 48,2 suara dalam putaran kedua pilpres yang digelar pada Minggu (25/10) waktu setempat. Sedangkan Lula da Silva berhasil meraup 51,8 persen suara, yang membawanya ke periode keempat sebagai Presiden Brasil.

Dalam pernyataan video yang diunggahnya ke media sosial X dan Instagram, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Selasa (27/10/2026), Flavio mengatakan bahwa sejumlah personel Kepolisian Federal Brasil menyampaikan perintah itu kepadanya setelah dia menjenguk ayahnya yang kini berstatus tahanan rumah.

"Saya menerima perintah untuk menyerahkan paspor saya, dan saya juga dilarang untuk meninggalkan negara ini," kata Flavio dalam pernyataan videonya.

Dia menyebut hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes menerbitkan perintah tersebut pada Minggu (25/10) malam, tak lama setelah Lula da Silva dinyatakan sebagai pemenang pilpres.

Salinan perintah pengadilan itu belum tersedia, dan dasar hukum untuk pembatasan perjalanan itu masih belum jelas.

Flavio menyebut perintah semacam itu sebagai "upaya terang-terangan untuk mengintimidasi saya".

Diketahui bahwa Flavio sedang diselidiki atas dugaan korupsi dan pencucian uang terkait pendanaan film biopik tentang ayahnya. Dia telah membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun.

Lebih lanjut, Flavio mengatakan bahwa perintah pengadilan itu didasarkan pada pernyataan tanggal 23 Oktober yang dilontarkan saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang menyarankan agar dia meninggalkan Brasil jika kalah dalam pilpres. Eduardo diketahui kini tinggal di Amerika Serikat (AS).

"Saya tidak pernah mengatakan hal itu," tegasnya. "Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan negara ini," ucap Flavio dalam pernyataannya.

Dia menambahkan bahwa dirinya akan mematuhi perintah penyerahan paspor, namun sembari mengajukan keberatan atas perintah pengadilan tersebut.

Flavio juga menegaskan kembali upayanya untuk membatalkan hasil pilpres tahun ini. Dia berargumen bahwa perpanjangan waktu pemungutan suara pada Minggu (25/10) telah menguntungkan Lula da Silva, meskipun dirinya sendiri sempat mengajukan permintaan serupa ke pengadilan.

Dia juga berjanji untuk memimpin perlawanan terhadap pemerintahan Lula da Silva. "Untuk menghadapi kekacauan ini, saya akan mengorganisasi kubu oposisi," tandasnya.