NADIKABAR.COM — Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) mengoptimalkan aset yang belum produktif untuk mendukung pembiayaan proyek strategis kampus.

Rektor USU Prof Muryanto Amin mengataka perguruan tinggi khususnya USU memiliki aset yang berpotensi dikembangkan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Persoalan perizinan dan proses kerja sama yang panjang membuat sejumlah rencana investasi sulit direalisasikan," katanya pada acara U25 Leaders Forum PTN-BH Ke-4 di Kampus USU, Medan, Sumatera Utara, Jumat.

Forum yang mengusung tema "Unlocking Funding Opportunities: Strategi Pembiayaan Proyek Strategis PTN-BH" tersebut membahas strategi pengembangan aset dan sumber pendanaan alternatif bagi perguruan tinggi.

“Di kampus-kampus ini banyak aset yang idle, dan kita banyak punya pengalaman untuk mengurus sistem kerja sama, tapi memang masih birokrasinya sangat panjang," katanya.

Menurut Prof. Muryanto, aset kampus sebenarnya dapat dikembangkan untuk berbagai kegiatan usaha diantaranya pengembangan perkebunan.

Karena itu ia berharap ada perbaikan tata kelola dan mekanisme perizinan agar kerja sama antara perguruan tinggi dan investor lebih efisien.