Sementara pendamping keluarga korban, S mengaku kasus ini diketahui keluarga setelah korban dikirimi pesan oleh orang tidak dikenal pertengahan Agustus 2026. Pengirim pesan meminta korban menyediakan sejumlah uang agar video syurnya bersama terlapor tidak disebar.

"Ada yang hubungi (korban), mengancam soal video itu," kata S.

Menurut S, pihak keluarga bersama tokoh masyarakat sempat menemui keluarga terlapor. Saat itu keluarga korban meminta kepada terlapor bertanggung jawab atas perbuatannya, termasuk karena telah beredarnya video syur mereka.