NADIKABAR.COM — Ketakutan terhadap gagasan sering kali diwujudkan dalam bentuk represi terhadap buku.

Contoh fenomenal tentang larangan terhadap buku di negeri ini, yang selalu menjadi contoh dalam diskusi, tentu saja pembredelan karya-karya Pramoedya Ananta Toer pada masa Orde Baru walau banyak kasus lain yang bisa disebut.

Sejatinya, tindakan merepresi teks sastra berakar pada kecemasan atas timbulnya cara pandang baru.