Nasional
HALAMAN 1 DARI 2
Gagap sastra di ruang digital
Ketakutan terhadap gagasan sering kali diwujudkan dalam bentuk represi terhadap buku.
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 12:50 WIB
• ⏱ 1 menit baca
NADIKABAR.COM — Ketakutan terhadap gagasan sering kali diwujudkan dalam bentuk represi terhadap buku.
Contoh fenomenal tentang larangan terhadap buku di negeri ini, yang selalu menjadi contoh dalam diskusi, tentu saja pembredelan karya-karya Pramoedya Ananta Toer pada masa Orde Baru walau banyak kasus lain yang bisa disebut.
Sejatinya, tindakan merepresi teks sastra berakar pada kecemasan atas timbulnya cara pandang baru.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.