NADIKABAR.COM — Inklusi keuangan yang berkelanjutan merupakan pilar utama dalam strategi perusahaan, khususnya bagi masyarakat underbanked dan unbanked di Indonesia. Platform layanan keuangan digital DANA menyediakan kemudahan layanan keuangan, membangun literasi keuangan, serta mendorong partisipasi ekonomi masyarakat, khususnya bagi generasi muda, pekerja informal, serta komunitas di wilayah pedesaan.
Untuk memperkuat peran DANA dalam menggerakkan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, DANA tidak hanya menyediakan akses layanan keuangan digital tetapi juga membangun literasi keuangan agar nasabah dapat menggunakan fitur layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Inisiatif dan upaya yang dilakukan oleh DANA untuk membangun inklusi digital, yaitu kampanye edukasi dalam aplikasi mengenai praktik keuangan digital yang aman, program edukasi keuangan untuk UMKM terutama di wilayah pedesaan melalui Rekan DANA, literasi produk investasi (DANA+) dan produk pinjaman yang bertanggung jawab (DANA CICIL), berkolaborasi dengan sekolah, universitas, komunitas lokal, regulator, dan lembaga pemerintah untuk menyelenggarakan seminar keuangan digital, pemberdayaan UMKM melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya, serta inisiatif bersama Mercy Corps Indonesia untuk memperluas pelatihan literasi keuangan serta onboarding digital bagi pelaku usaha di wilayah pedesaan.
Salah satu inisiatif unggulan yang dapat disorot dari DANA terkait perannya dalam menggerakkan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan adalah pemberdayaan pengusaha perempuan melalui SisBerdaya.
Program ini telah diluncurkan sejak tahun 2023 dan masih dilakukan secara berkelanjutan untuk memberdayakan pengusaha UMKM perempuan di Indonesia. Melalui program ini, DANA berupaya menyediakan pelatihan dan pendampingan bisnis yang mencakup kewirausahaan, literasi keuangan digital, dan manajemen operasional.
Perusahaan menyediakan akses terhadap perangkat digital serta perluasan pasar melalui ekosistem DANA. Pengusaha UMKM perempuan juga mendapatkan pengembangan komunitas yang menghubungkan para pengusaha agar dapat berkolaborasi. Hingga tahun 2024, DANA mencatatkan 113% peningkatan rata-rata pendapatan dan 126% peningkatan produksi setelah mengikuti program.
Lebih dari 9.000 UMKM telah dijangkau dan 35 UMKM telah menerima hibah. Dari sisi pendampingan kewirausahaan, DANA mencatat 1.880 peserta telah menerima pembelajaran online individual, 210 peserta telah mengikuti mentoring. Melalui program ini, DANA telah memberikan 32 sesi pendampingan bisnis dengan lebih dari 13.500 jam pendampingan bisnis.
Sebagai informasi tambahan, DANA senantiasa berkomitmen terhadap inklusi keuangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2024, DANA mencatat telah memiliki lebih dari 200 juta akun. DANA mencatat total 1,2 juta pedagang UMKM yang terdaftar melalui aplikasi DANA, di mana sebesar 40% merupakan pedagang UMKM yang berasal dari daerah pedesaan. Untuk mempermudah nasabah, aplikasi DANA juga terhubung dengan lebih dari 150 bank dan mitra layanan keuangan lainnya.
Atas dasar inilah DANA Anugerah Ekonomi Hijau untuk Komitmen Menggerakan Ekonomi Digital Inklusif dan Berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam gelaran NadiKabar.com Anugerah Ekonomi Hijau 2026 yang digelar hari ini di Menara Bank Mega, Kamis (3/9/2026). (igo/hns)