Adapun ini disampaikan Fadhil dalam sesi diskusi negara-negara produsen minyak sawit pada GlobOil India 2026, konferensi dan pameran industri minyak nabati terbesar di Asia Selatan yang berlangsung di Mumbai, India, pada 29 September–1 Oktober 2026.

Sementara itu, Ketua Umum Gapki Eddy Martono menyampaikan bahwa pasokan minyak sawit Indonesia pada 2027 menghadapi tekanan dari meningkatnya konsumsi domestik akibat program biodiesel B50 dan potensi penurunan produksi akibat El Nino.

Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan biodiesel B50 secara nasional, dengan target cakupan penuh pada 1 Oktober 2026. Mandat tersebut diproyeksikan menyerap 15,2–16,3 juta ton CPO per tahun sehingga surplus sawit untuk ekspor semakin terbatas.

Dari sisi tata kelola ekspor, lima produk sawit mulai wajib diekspor melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), dengan implementasi penuh mulai 1 Januari 2027.

Eddy menegaskan kebijakan tersebut bukan pembatasan perdagangan, melainkan restrukturisasi tata kelola ekspor sehingga volume perdagangan tetap berjalan dengan mekanisme yang berbeda.