Perjalanan menemukan tanaman tersebut ternyata tidak mudah. Tim peneliti harus menyusuri sungai dan hutan yang tergenang air selama lima hari.

Mereka awalnya berhasil menemukan dua tanaman, tetapi keduanya tidak sedang berbunga. Padahal, bunga diperlukan untuk mengumpulkan spesimen botani yang dapat digunakan dalam identifikasi ilmiah.

Ketika waktu ekspedisi hampir habis, muncul harapan baru. Seorang pemandu perahu dari masyarakat adat Tucano bernama Gustavo Melo mengaku mengetahui lokasi tanaman serupa.

Tim kemudian mengambil keputusan berani. Pada pukul 01.00 dini hari, mereka kembali menyusuri hutan yang gelap dengan perahu, meskipun penerbangan pulang ke Bogotรก dijadwalkan hanya beberapa jam kemudian.

Menjelang matahari terbit, mereka akhirnya tiba di sebuah danau kecil di tengah hutan. Di lokasi tersebut ditemukan lima tanaman tambahan, termasuk satu yang sedang berbunga.

Temuan itu menjadi kunci untuk memastikan identitas spesies baru tersebut.

Secara keseluruhan, peneliti mendokumentasikan tujuh tanaman di dua danau sebelum kembali ke bandara tepat waktu.

Hasil penelitian memastikan bahwa tanaman tersebut merupakan spesies baru yang dinamai Victoria colombiana.