Daunnya dapat tumbuh hingga berdiameter dua meter, menjadikannya salah satu tanaman air berukuran raksasa yang menghuni kawasan tropis Amerika Selatan.

Sayangnya, di balik ukurannya yang mengagumkan, tanaman ini menghadapi ancaman serius.

Para peneliti memperkirakan hanya terdapat sekitar 30 hingga 50 individu Victoria colombiana yang hidup di alam liar. Jumlah tersebut masih berupa perkiraan karena kemungkinan terdapat populasi lain yang belum ditemukan.

Tim ilmuwan kini berupaya melakukan penilaian konservasi resmi untuk menentukan status keterancamannya dalam Daftar Merah IUCN.

Upaya pelestarian juga sedang dipertimbangkan, termasuk membudidayakan tanaman di kebun raya serta membangun populasi perlindungan di wilayah masyarakat adat.

Magdalena mengatakan penemuan tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial, teknologi, dan pengetahuan lokal dapat membantu mengungkap keanekaragaman hayati yang belum diketahui.

"Ini adalah salah satu kisah luar biasa ketika pengetahuan masyarakat adat dan hortikultura, dengan bantuan media sosial dan teknologi, bersatu untuk menghasilkan pencapaian botani yang sungguh luar biasa," ujar Magdalena, dikutip dari Royal Botanic Gardens, Kew.

Ia juga mengingatkan bahwa penemuan spesies baru harus diikuti dengan upaya perlindungan agar tanaman tersebut tidak menghilang sebelum benar-benar dipahami.