NADIKABAR.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyita sebuah drone kapal selam atau drone bawah laut milik Amerika Serikat (AS) di perairan Selat Hormuz. Ini menjadi drone laut kedua AS yang disita oleh Teheran selama perang Timur Tengah berkecamuk.

"Melalui operasi terkoordinasi dan kompleks yang melibatkan pengawasan intelijen dan peperangan elektronik, personel Angkatan Laut IRGC berhasil menangkap sebuah kendaraan bawah laut tak berawak (UUV) canggih milik militer AS yang teroris," klaim IRGC dalam pernyataannya, seperti dikutip televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Senin (28/9/2026).

Disebutkan IRGC bahwa drone bawah laut itu "beroperasi di Selat Hormuz untuk tujuan spionase".

IRGC mengidentifikasi drone bawah laut AS itu sebagai kendaraan bawah air otonom model Remus 600. Ditambahkan oleh IRGC bahwa drone bawah laut AS tersebut kini "berada di tangan para spesialis angkatan laut (IRGC) untuk pemulihan data".

Jika terkonfirmasi, maka ini menjadi drone bawah laut kedua AS yang didapatkan Iran. Awal bulan ini, IRGC menyatakan telah menyita sebuah drone bawah laut AS lainnya di selat yang sama.