Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global, diblokade oleh Iran sejak perang berkecamuk hingga saat ini.

IRGC Sebut Drone Bawah Laut AS sebagai 'Hadiah Intelijen'

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, seperti dilansir Press TV, menyebut penyitaan drone bawah laut AS itu sebagai "hadiah intelijen" yang sangat berharga, yang akan menyingkap operasi spionase AS di kawasan.

Dalam pernyataan via media sosial pada Minggu (27/9), Mohebi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada dalam kendali penuh Iran dan berfungsi sebagai perangkap bagi aset-aset militer asing.