"Selat Hormuz bukan sekadar jalur terbuka, tetapi juga menjadi arena perburuan bagi Angkatan Laut IRGC untuk mengincar aset bawah laut Amerika," ucapnya.

Mohebi mengungkapkan bahwa drone bawah laut AS yang baru saja didapatkan IRGC itu merupakan jenis Mk 18 Mod Kingfish, menggunakan model Remus 600 berbentuk torpedo. Dia menggambarkannya sebagai kendaraan bawah air otonom canggih yang dilengkapi sistem sonar mutakhir dan navigasi presisi tinggi.

"Ini bukan sekadar tangkapan biasa, ini adalah hadiah intelijen yang sangat berharga," sebut Mohebi.

Belum ada tanggapan langsung AS atas klaim IRGC tersebut.