Laporan keuangan perseroan menunjukkan tiga faktor yang menopang kinerja tersebut yaitu pertumbuhan pendapatan dari berbagai lini antara lain pendapatan penerbangan berjadwal naik 10,9 persen menjadi 1,31 miliar dolar AS, dengan pendapatan penumpang tumbuh 11,5 persen menjadi 1,23 miliar dolar AS.

Kemudian pendapatan penerbangan tidak berjadwal naik 32,5 persen menjadi 272,8 juta dolar AS, didorong angkutan haji sebesar 232,2 juta dolar AS atau naik 51,6 persen. Pendapatan dari bisnis perawatan pesawat (MRO) tumbuh 43,8 persen menjadi 87,4 juta dolar AS.

Kedua, pengendalian biaya di luar avtur dan penurunan beban keuangan sebesar turun 11,6 persen menjadi 222,4 juta dolar AS dari 251,6 juta dolar AS dengan beban bunga dari liabilitas sewa, obligasi, dan utang usaha seluruhnya lebih rendah.

Arus kas operasional tercatat positif 253,1 juta dolar AS. Kas dan setara kas per akhir Juni 2026 sebesar 624,3 juta dolar AS.