Circle merupakan penerbit dan salah satu kreator USDC, salah satu mata uang kripto berpatokan dolar AS terbesar di dunia.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut perusahaannya telah membekukan sekitar USD 1,6 miliar terkait potensi peretasan Binance. "Melindungi industri dan para mitra adalah prioritas utama kami," kata Ardoino, yang perusahaannya menerbitkan mata uang kripto USDT.
Beberapa pengamat industri kripto sebelumnya menyuarakan kekhawatiran terkait potensi peretasan di Binance, beberapa jam sebelum bursa tersebut mengonfirmasi masalah keamanan.
Binance, didirikan di China oleh Zhao tahun 2017, memungkinkan pengguna memperdagangkan aset digital dan diperkirakan memiliki lebih dari 300 juta pengguna terdaftar. Bursa kripto ini menjadi target pengawasan ketat para regulator di berbagai belahan dunia.