Temi menjelaskan sejak berdiri pada 2019, Gekrafs mengalami perkembangan dari organisasi yang pada awalnya hanya memiliki sekitar tujuh anggota.

Kini, Gekrafs menjadi jaringan dengan total 44 ribu anggota dan pengurus yang tersebar di Indonesia maupun luar negeri.

"Kami juga membentuk Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) untuk mendorong nilai ekspor Indonesia di berbagai negara," ucap Temi.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu modal bagi Gekrafs untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas jangkauan program pengembangan ekonomi kreatif.

"Pelaku ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari penggerak perekonomian nasional. Potensi yang dimiliki para pelaku usaha perlu didukung melalui peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan perluasan akses pemasaran. Kami ingin ekonomi kreatif di Indonesia bisa berkelanjutan," jelas Temi.