NADIKABAR.COM — Usaha jajanan tradisional seperti untir-untir dan onde-onde khas Banjarsari kini terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kuliner warisan keluarga yang dipertahankan sejak tahun 1951 tersebut kini semakin diminati berkat dukungan ekosistem Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari.

Salah satu pelaku UMKM, Gustini, menceritakan bahwa usaha pembuatan untir-untir dan onde-onde tersebut merupakan resep turun-temurun dari orang tuanya. Setelah memasuki masa pensiun, ia mulai memfokuskan diri untuk mengembangkan jajanan khas Surakarta tersebut hingga akhirnya bergabung menjadi anggota koperasi pada Juli 2025.

"Dulu warisan dari orang tua sejak 1951. Setelah ada Koperasi Merah Putih di Kelurahan Banjarsari, saya masuk jadi anggota dan ikut di kelompok kulinernya," ujar Bu Gustini saat diwawancarai.

Perubahan positif langsung dirasakan oleh Bu Gustini setelah produk kulinernya dipasarkan melalui jaringan koperasi. Omset penjualannya mengalami kenaikan signifikan, dari yang semula berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per 3-4 hari, kini melonjak menjadi Rp1 juta hingga Rp1,2 juta.

"Alhamdulillah dari situ tambah pesanan dan omset meningkat untuk menambah kesejahteraan keluarga. Sistemnya jika ada pesanan langsung dibuatkan agar selalu segar," ungkapnya.

Peran KKMP Banjarsari kini tidak terbatas pada penyediaan layanan simpan pinjam atau kegiatan usaha internal semata. Koperasi tersebut telah bertransformasi menjadi hub dan wadah pemasaran bagi berbagai produk UMKM lokal.