Koperasi memposisikan diri sebagai sentra belanja grosir guna menyuplai kebutuhan bahan baku murah bagi warung makan dan pedagang kuliner lokal. Langkah ini dijalankan melalui penerapan skema tiga tingkat harga yang disesuaikan dengan skala usaha pembeli.

Lurah Banjarsari, Dan Dare, menjelaskan bahwa pihak kelurahan turut memberikan dukungan penuh terhadap operasional koperasi. Dukungan yang diberikan mulai dari penyediaan gedung bekas rumah dinas lurah sebagai gerai hingga penyediaan armada operasional.

"KKMP ini kami komitmenkan menjadi hub. Potensi-potensi UMKM yang ada di Kelurahan Banjarsari bekerja sama dengan KKMP, sehingga produk-produknya dijual di etalase maupun platform digital," ungkapnya.

Saat ini, sedikitnya delapan UMKM lokal telah bergabung dan memanfaatkan ekosistem pemasaran koperasi tersebut. Jenis produk yang dipasarkan beragam, mulai dari jajanan tradisional dan oleh-oleh khas seperti onde-onde, untir-untir, dan kripik ciput, hingga pasokan bahan pangan pokok seperti beras dan bumbu untuk usaha kuliner.

Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan keanggotaan koperasi. KKMP Banjarsari yang berdiri pada 5 Juni 2025 tercatat mengalami peningkatan jumlah anggota dari 32 orang menjadi 138 orang.

Digitalisasi menjadi salah satu cara yang digunakan KKMP Banjarsari untuk memperluas pemasaran produk anggotanya. Koperasi memanfaatkan platform digital MyKopkel, marketplace, serta pembayaran digital seperti QRIS.