Selain etalase fisik di gerai koperasi, produk UMKM dapat ditampilkan melalui kanal digital sehingga calon pembeli dapat melihat produk dan melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Koperasi juga menyediakan armada operasional untuk mendukung proses pengantaran pesanan. Skema tersebut membuat aktivitas pemasaran tidak berhenti pada penjualan di gerai, tetapi dapat dilanjutkan dengan pemesanan dan pengiriman kepada konsumen.
Di sisi lain, koperasi juga menjalankan fungsi sebagai sentra belanja grosir untuk menyuplai kebutuhan bahan baku bagi warung makan dan pedagang kuliner. Perkembangan ekosistem tersebut turut tercermin dari kinerja penjualan gerai koperasi. Pada Januari-Agustus 2026, omzet KKMP Banjarsari tercatat telah menembus lebih dari Rp 400 juta.
Bagi UMKM seperti Gustini, keberadaan koperasi menjadi salah satu pintu untuk memperluas pemasaran produk yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan penjualan secara langsung.
Pemanfaatan kanal digital kemudian melengkapi jaringan pemasaran tersebut. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini memiliki ruang untuk ditampilkan melalui etalase digital dan dipesan secara online.