Lebih lanjut di negara Eropa lainnya yakni Portugal, pengunjuk rasa yang merupakan bagian dari serikat pekerja dan kelompok pembela hak akan perumahan menuntut kenaikan upah, perbaikan dana pensiun, peningkatan layanan publik, serta langkah nyata untuk mengatasi masalah keterjangkauan perumahan.

Pihak penyelenggara demonstrasi menyoroti tingginya kenaikan harga sewa, biaya hipotek, dan pengeluaran sehari-hari sebagai tekanan yang kian memberatkan anggaran rumah tangga.

Selanjutnya di Belgia, para demonstran yang melakukan protes di kota Brussels dan Liege atas tingginya biaya hidup sempat bentrok dengan polisi. Sama seperti aksi para pelajar di Prancis yang memprotes kondisi sekolah serta kekurangan tenaga pengajar Dalam beberapa pekan terakhir, para siswa sekolah menengah negara itu juga berunjuk rasa menentang kenaikan biaya pendidikan.

"Situasi yang terjadi bukan lagi sekadar aksi protes, melainkan kekerasan murni," kata Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin.

Kemudian ada juga di Italia yang diwarnai oleh demonstrasi terkait kondisi ekonomi dan kenaikan harga. Bentrokan antara pengunjuk rasa dengan petugas polisi juga terjadi di Milan, Turin, dan Bologna yang mengakibatkan sejumlah orang terluka, sementara puluhan lainnya ditahan di Milan.