NADIKABAR.COM — Aksi demonstrasi melanda sejumlah negara di Eropa. Mulai dari kenaikan harga pangan, upah rendah, biaya perumahan yang tidak terjangkau, hingga daya beli yang stagnan dan layanan publik yang terbebani menjadi penyebab utama ratusan ribu warga ramai-ramai turun ke jalan melakukan aksi protes.
Melansir Euronews, Senin (19/10/2026), Di Prancis, ratusan ribu warga termasuk para pelajar dan kelompok lainnya turun ke jalan untuk memprotes biaya hidup dan kondisi layanan publik yang dinilai kian memburuk. Banyak yang melakukan aksi secara damai, namun kericuhan terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi ini seperti yang terjadi di sekitar alun-alun kota Paris, Place de la Republique. Kerusuhan juga terjadi di area Balai kota Limoges sempat dilalap api, begitu pula kantor pariwisata ikonik di Place Bellecour, Lyon.
Bahkan para demonstran perusuh juga sempat menerobos masuk ke balai-balai kota seperti di Marseille, Lille, dan Angers. Sementara di Bordeaux, kediaman pejabat prefektur turut dijarah demonstran.
"Menyampaikan protes adalah sebuah hak, dan kemarahan memang layak untuk didengar. Namun, tidak ada perbedaan pendapat atau keluhan apa pun yang dapat membenarkan perusakan fasilitas umum," ujar Wali Kota Limoges, Guillaume Guerin.