Dalam dua kasus lainnya, Gemini menemukan informasi tentang perusahaan fiktif melalui internet. Pencarian tersebut membawanya ke repositori kode publik yang ternyata berisi kredensial milik perusahaan nyata.
Gemini kemudian menggunakan kredensial tersebut untuk mencoba menyelesaikan tugas pengujian dan berhasil masuk ke sistem perusahaan.
Namun, Gemini akhirnya menghentikan aksinya setelah mengetahui bahwa target yang diakses merupakan perusahaan nyata, bukan bagian dari simulasi. Nama ketiga perusahaan tersebut tidak diungkapkan.
Google mengatakan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan terhadap ketiga perusahaan. Perusahaan juga menyebut Gemini yang digunakan dalam pengujian bukan model terbarunya.
Irregular memberi tahu Google mengenai kejadian tersebut pada akhir Juli. Google kemudian mengatakan telah memberitahu perusahaan yang terdampak dan otoritas federal.