"Jika tidak segera diintervensi, kelangkaan barang bisa memicu kenaikan harga dan membebani daya beli masyarakat," katanya.
Di tengah tekanan tersebut, ekonomi NTT pada Triwulan II 2026 masih tumbuh 5,01 persen secara yoy. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,38 persen.
"Struktur ekonomi NTT masih didominasi pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 29,40 persen," katanya.
Sepanjang 2026, pertumbuhan ekonomi NTT diproyeksikan 4,94 hingga 5,54 persen. Namun, gempa berpotensi menekan sejumlah sektor produktif yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, terutama akses jalan, jembatan dan jalur distribusi logistik di Flores," ujarnya.
Laka Lena berharap perbaikan infrastruktur dan optimalisasi jalur laut dapat mempercepat kembali pergerakan ekonomi. Jika berjalan sesuai rencana, target pertumbuhan 4,9 hingga 5,1 persen masih bisa dijaga.
Pemprov NTT juga mendorong percepatan pendataan kerusakan aset UMKM, pasar tradisional, dan sektor informal. Selain itu, pemerintah mendorong bantuan kebutuhan dasar, pemulihan modal usaha mikro, serta relaksasi kredit bagi masyarakat dan pelaku usaha terdampak.