NADIKABAR.COM — (ANTARA/Business Wire)-- Genon adalah perusahaan rintisan asal Korea Selatan yang menyediakan solusi AI generatif. Pada hari Rabu tanggal 21 Oktober, Genon mengumumkan bahwa bisnis otomatisasi produksi berbasis AI miliknya di Indonesia telah lolos validasi produksi massal dan mendapatkan kontrak lanjutan sehingga mempercepat ekspansinya ke pasar luar negeri.

Tahun lalu, Genon mengembangkan teknologi inspeksi Vision AI untuk Nike secara otomatis mengidentifikasi cacat pada sol luar alas kaki. AI tersebut menganalisis permukaan produk yang direkam dengan kamera industri resolusi tinggi dan pencahayaan khusus untuk menemukan cacat dan mengklasifikasikan produk lolos atau tidak lolos berdasarkan standar khusus untuk setiap produk. Validasi produksi massal tahun ini mencapai tingkat deteksi cacat masing-masing 99,7% dan 99,2% pada dua model alas kaki, sehingga berhasil melewati tahap validasi akhir Nike Footwear.

Validasi ini dilakukan untuk penerapan di lini produksi dan bukan sekadar evaluasi kinerja, sehingga membuka jalan bagi komersialisasi. Genon tengah mempersiapkan model produksi massal: pengembangan akan dimulai sebelum akhir tahun ini, penerapan dijadwalkan mulai tahun 2027, dan ekspansi akan dilakukan secara bertahap ke lebih banyak produk dan lini produksi.

Berdasarkan hal tersebut, tahun ini Genon juga mendapatkan proyek Vision AI untuk mendeteksi cacat mikro pada area jahitan dan sambungan pada bagian atas alas kaki. Proyek ini memanfaatkan kamera beresolusi ultratinggi dan pencahayaan dari berbagai sudut untuk menangkap struktur kompleks pada area tersebut. Selanjutnya, inspeksi akan diperluas ke sol tengah dan produk jadi guna mendukung otomatisasi pengendalian kualitas di seluruh produksi alas kaki.