NADIKABAR.COM β€” Geotab memanfaatkan data dan kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu operator armada mengenali potensi risiko lebih dini serta mendukung pengambilan keputusan terkait keselamatan dan operasional kendaraan.

Business Development Manager Geotab Indonesia Alvin Santoso mengatakan pendekatan tersebut dilakukan melalui connected fleet intelligence dengan mengintegrasikan data kendaraan, lokasi, perilaku pengemudi, diagnostik, dan konteks video dalam satu ekosistem.

β€œGPS memberikan kemampuan bagi operator armada untuk mengetahui posisi kendaraan mereka. Tahap berikutnya adalah memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan, bagaimana kendaraan tersebut dikemudikan, dan tindakan apa yang perlu dilakukan,” ujar Alvin dalam diskusi media bertajuk β€œSmarter Fleets, Safer Roads: The Connected Intelligence Dialogue” di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting diterapkan di Indonesia karena kondisi jalan, karakteristik operasional armada, dan kebutuhan mobilitas yang beragam.

β€œDi Indonesia, dengan kondisi jalan, karakteristik operasional armada, dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam, nilai dari connected intelligence terletak pada kemampuannya untuk mengubah volume data yang sangat besar menjadi informasi yang benar-benar dapat ditindaklanjuti oleh operator maupun pengemudi,” katanya.

Ekosistem terhubung perusahaan teknologi multinasional asal Kanada tersebut mencakup MyGeotab, yakni platform pengelolaan armada yang mengintegrasikan informasi kendaraan dan pengemudi dalam satu sistem.

Geotab juga menyediakan perangkat telematika GO9 yang merekam data kendaraan dan perilaku berkendara, seperti lokasi GPS, peristiwa berbasis g-force, serta informasi kondisi mesin dan baterai.

Sementara itu, GO Focus Plus menambahkan konteks video berbasis AI dan peringatan di dalam kabin untuk sejumlah risiko tertentu, seperti kelelahan, distraksi, dan jarak berkendara yang terlalu dekat (tailgating).

Secara global, Geotab telah memproses lebih dari 100 miliar titik data setiap hari dari sekitar enam juta kendaraan dan aset terhubung. Data tersebut tidak hanya dikumpulkan, tetapi dihubungkan untuk membantu operator menentukan tindakan selanjutnya.

Pemanfaatan AI juga diterapkan melalui Geotab Ace, asisten AI yang terintegrasi dalam MyGeotab dan didukung Gemini. Fitur tersebut memungkinkan tim pengelola armada mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari terkait keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan, dan utilisasi armada tanpa memerlukan query kompleks atau penelusuran laporan secara manual.

Di Indonesia, teknologi Geotab telah digunakan oleh sejumlah perusahaan, termasuk Aerotrans, penyedia transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group. Lebih dari 250 kendaraan Aerotrans telah terhubung melalui Geotab sejak 2024.

"Sejak menggunakan Geotab, kami mencatat peringkat keselamatan armada itu 89 persen, peningkatan 61 persen dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer, penurunan 57 persen pada kejadian rem mendadak dan 66 persen pada akselerasi agresif, serta pengurangan durasi idle sebesar 22 persen," kata Direktur PT Aerotrans Services Indonesia, Kadek Bayu Temaja.