Namun, Gus Ipul menekankan intervensi tidak berhenti pada pemberian bantuan untuk mengurangi beban pengeluaran. Masyarakat juga perlu memperoleh pemberdayaan agar pendapatannya meningkat dan dapat naik kelas.
Pendekatan tersebut turut diterapkan melalui program prioritas Sekolah Rakyat. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh pendidikan, sementara orang tuanya didorong mengikuti pemberdayaan.
"Ketika nanti anaknya lulus, harapannya orang tuanya juga sudah naik kelas. Dengan demikian, yang lulus bukan hanya anaknya dari sekolah, tetapi keluarganya juga lulus dari kemiskinan," tutur Gus Ipul.
Gus Ipul mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap penuh pada kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah di Sulsel terhadap kelangsungan program prioritas dan mandat Prabowo.
Dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat turut disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Ia menegaskan kesiapan pemerintah provinsi (pemprov) bersama kabupaten/kota untuk mendukung program Kemensos, termasuk penyediaan lahan bagi pembangunan Sekolah Rakyat.
"Kalau kabupaten/kota kami ada yang kekurangan lahan, kami akan back up dari provinsi. Saya akan siapkan lengkap dengan sertifikatnya, lengkap dengan lokasinya, dan lengkap dengan kepastian bahwa tanah tersebut dapat dipakai," kata Andi.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul bersama Andi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan Sekolah Rakyat Sulsel. Penandatanganan ini menjadi bagian dari dukungan pemda dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulsel, unsur Forkopimda Sulsel, kepala dinas sosial (kadinsos) kabupaten/kota, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sulsel, perwakilan Taruna Siaga Bencana (Tagana), sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH), serta operator data SIKS-NG.