Sementara itu, gerhana sebagian dapat diamati dari wilayah yang jauh lebih luas, termasuk sebagian besar Amerika Selatan dan Afrika, Antarktika, serta kawasan Samudra Pasifik Selatan dan Samudra Atlantik Selatan.

Waktu pengamatan tentu berbeda menurut lokasi. Sebagai contoh, di Chili, gerhana sebagian dimulai sekitar pukul 07.59 waktu setempat, sedangkan fase cincin di wilayah yang berada di jalurnya berlangsung sekitar pukul 11.46 hingga 11.59 waktu setempat. Di Argentina, fase cincin berlangsung sekitar pukul 11.51 hingga 12.35 waktu setempat.

Secara global, fase gerhana pada 6 Februari 2027 dimulai pada 12.57 UTC dan berakhir pada 19.01 UTC. Puncak gerhana secara global terjadi sekitar 15.59 UTC. Waktu tersebut merupakan kronologi peristiwa dari satu lokasi ke lokasi lainnya, bukan waktu pengamatan yang berlaku sama untuk setiap kota.

Peristiwa yang paling banyak ditunggu pada 2027 terjadi pada 2 Agustus 2027. Pada tanggal tersebut, Bulan akan melintas tepat di depan Matahari dari sudut pandang wilayah tertentu di Bumi, sehingga menciptakan fase Gerhana Matahari Total.

Jalur totalitas membentang dari wilayah Eropa selatan menuju Afrika Utara, kemudian melewati Mesir dan Arab Saudi sebelum berakhir di sekitar Yaman. NASA menyebut Spanyol bagian selatan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, dan Yaman sebagai wilayah yang dapat menyaksikan fase total.

Selain negara-negara tersebut, sejumlah wilayah lain tetap mengalami Gerhana Matahari Sebagian. Cakupannya jauh lebih luas dan mencakup sebagian besar Eropa serta Afrika, kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, sebagian Kanada timur, Maine bagian utara di Amerika Serikat, serta wilayah perairan Atlantik dan Hindia.

Secara global, Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 dimulai ketika fase sebagian pertama kali terlihat pada 07.30 UTC. Fase total pertama dimulai sekitar 08.23 UTC, sementara puncak gerhana secara global berlangsung sekitar 10.06 UTC.