Fase total terakhir berakhir 11.49 UTC, kemudian fase sebagian secara global berakhir sekitar 12.43 UTC. Perlu dicatat, waktu tersebut merupakan urutan peristiwa secara global. Waktu yang dilihat dari satu kota tidak akan sama dengan kota lainnya karena jalur bayangan Bulan terus bergerak melintasi permukaan Bumi.
Jika dikonversi ke waktu Indonesia bagian barat, puncak global tersebut berada sekitar 17.06 WIB. Namun, angka ini tidak berarti pengamat di Indonesia akan melihat Gerhana Matahari Total pada pukul tersebut. Indonesia berada di luar jalur totalitas sehingga yang terlihat hanyalah gerhana sebagian.
Fase total Gerhana Matahari 2 Agustus 2027 akan melewati wilayah yang membentuk jalur panjang dari Eropa selatan menuju Afrika dan Timur Tengah. Di Spanyol, gerhana total dapat diamati di wilayah selatan. Jalurnya kemudian bergerak menuju Maroko, sebelum melintasi Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mesir.
Setelah melewati Afrika Utara, jalur totalitas berlanjut menuju Arab Saudi dan kemudian Yaman. Sejumlah lokasi di negara-negara tersebut bahkan menjadi tujuan potensial bagi pemburu gerhana karena berada langsung di dalam jalur bayangan utama Bulan.
Di Arab Saudi, misalnya, gerhana sebagian dimulai sekitar pukul 11.41 waktu setempat. Fase total diperkirakan berlangsung sekitar pukul 13.21 hingga 13.44 waktu setempat, sebelum gerhana sebagian berakhir sekitar pukul 15.00.
Durasi fase total sendiri berbeda-beda menurut lokasi. Semakin tepat sebuah lokasi berada di tengah jalur totalitas, semakin lama pengamat dapat mengalami fase ketika piringan Matahari tertutup sepenuhnya.
Untuk tetap dapat menikmati fenomena gerhana matahari tanpa membahayakan kesehatan mata, pengamatan perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut beberapa tips aman yang bisa dilakukan saat menyaksikan gerhana matahari.