Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, meningkat 7,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Investasi tersebut menyerap sekitar 2,19 juta tenaga kerja Indonesia.
Kamrussamad juga menyampaikan perkembangan sejumlah program strategis pemerintah. Hingga akhir September 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat.
Sementara itu, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mencapai 26.569 unit dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencakup 1.090 lokasi. Adapun Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi dengan jumlah siswa lebih dari 44.000 orang.
Dalam pengelolaan keuangan negara, ia menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2026 terkendali sebesar 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio utang pemerintah terhadap PDB per Juni 2026 tercatat sebesar 41,26 persen.
Ia menilai kedua indikator tersebut masih berada di bawah batas yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Di sektor badan usaha milik negara (BUMN), Kamrussamad menyebut laba bersih pada 2025 mencapai sekitar Rp325 triliun, meningkat 75 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2026, laba bersih BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun atau tumbuh sekitar 10,6 persen.