"Sampelnya baik air, makanan dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa muntahannya," katanya.
Pengujian komprehensif ini krusial untuk melacak sumber bakteri atau zat pemicu keracunan secara akurat.
Petugas di lapangan turut melakukan inspeksi sanitasi lingkungan, memeriksa kelengkapan dokumen, penggunaan alat pelindung diri, hingga peralatan kerja di SPPG. Padahal pada umumnya, para penjamah makanan tersebut dilaporkan telah mendapat pelatihan khusus terkait pengolahan serta mitigasi keracunan.
Pemerintah kini masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap seluruh sampel yang telah dikirim ke Yogyakarta. Sembari menunggu proses investigasi rampung, operasional SPPG Bawang terpaksa dihentikan sementara selama 30 hari ke depan. Adapun penanganan teknis operasional SPPG tersebut kelak akan menjadi kewenangan penuh Badan Gizi Nasional. (ega/ega)