NADIKABAR.COM — Qul Robbi Alfina Rohmah bercita-cita menjadi dokter. Perjuangan anak buruh perkebunan sawit di Lampung ini berbuah manis, setelah dia mendapat beasiswa program dokter dan dokter gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Fina, sapaan akrabnya, mencoba peruntungan mendaftar beasiswa UMY seusai lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Metro, Lampung, tahun 2025 lalu. Namun, rezeki belum berpihak padanya. Ia dinyatakan gugur setelah menjalani proses seleksi yang cukup panjang.
Gagal rupanya tidak mengendurkan semangat Fina.
"Pada akhir seleksi Fina dinyatakan gugur, namun saat itu Fina nggak buru-buru memutuskan kuliah, saya putuskan untuk gap year setahun," ungkap Fina ditemui usai momen penerimaan beasiswa di Sportorium UMY, Bantul, Sabtu (5/9/2026).
"Fina memutuskan untuk jadi guru dan staf tata usaha di sebuah sekolah, gajinya Rp 600 per bulan," lanjutnya.
Fina kemudian mencoba lagi melamar beasiswa UMY untuk kedokteran pada tahun ini. Lagi-lagi, jalan terjal harus dilaluinya. Tetapi, kali ini perjuangannya berakhir dengan kebahagiaan.
"Saya harus menempuh lebih dari 1,5 jam untuk mendapatkan koneksi internet, karena saya tinggal di perkebunan sawit yang jauh dari akses internet dan sangat tertinggal," ujarnya.
"Harus UMY, karena UMY adalah satu-satunya kampus yang sudah ada di dalam keinginan saya, dan setelah mengikuti rangkaian seleksi dan tesnya, qadarullah alhamdulillah lolos," tambah Fina.
Fina menjadi satu dari lima penerima beasiswa dokter dan dokter gigi di UMY dengan nilai Rp 1,2 miliar. Ia mengungkapkan, sang ibu menjadi inspirasi awalnya menjadi dokter.