"Merugikan pelanggan ya. Kita kan sebagai pelanggan di sini, sebelum eskalator mati juga sebenarnya sudah cukup sulit aksesnya. Jadi ketika eskalator mati satu itu benar-benar sangat menyulitkan para pengguna KRL. Jadi lebih chaos lagi," kata pengguna KRL, Ibnu (30).

Peron 5 juga terlihat lebih padat karena penumpang yang turun dari KRL harus antre lebih panjang lantaran satu eskalator mati. Penumpang yang hendak naik ke hall untuk transit ke arah Tanah Abang atau keluar dari Stasiun Duri harus bergantian naik satu eskalator.

Dia berharap eskalator yang rusak segera bisa beroperasi lagi. Dia mengaku harus mengatur ulang waktu perjalanannya karena antrean di Stasiun Duri lebih panjang.

"Yang biasanya kita bisa kejar di jam sekian, jadi mundur satu jadwal. Karena harus antre lebih panjang lagi. Terus udara di atas juga ketika ramai itu agak sesak. Karena padat, lebih padat sama pengunjung, sama pelanggan di sini," kata Ibnu.

"Harapannya sih lebih segera ditangani ya. Selain itu lebih diperbesar juga fasilitas di stasiun transit Duri ini. Sama aksesnya mungkin bisa ditambah tangga atau eskalator tambahan baru. Jadi tidak cuma ada dua akses gitu," ujar Ibnu.

Pengguna KRL lain, Marzuki (50), mengaku sudah lama menggunakan KRL dari Stasiun Duri. Dia juga mengaku terganggu karena satu eskalator tak berfungsi.

"Harapan, harapan saya mah cepatlah diperbaiki ya, cepat. Soalnya ini kalau waktu jam-jam sibuk pagi tuh padat banget sih ya antre. Saling berdesak-desakan gitu. Saling berebut, pengin duluan di Stasiun Duri ini," tutur Marzuki.