NADIKABAR.COM — Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mendadak mengalami gangguan hingga menyebabkan sejumlah pengguna terluka. Imbas kejadian itu, pengguna KRL mengeluh dan saling berdesakan.
Insiden eskalator rusak hingga membuat belasan orang terluka terjadi pada Sabtu (3/10). Sampai dengan Selasa (6/10/2026) eskalator masih ditutup karena masih dalam perbaikan.
"Kami mengupayakan untuk mengoptimalisasi perbaikan untuk eskalator dapat dioperasikan, namun tentunya kami tetap memprioritaskan pemenuhan aspek keamanan dan keselamatan pengoperasian eskalator. Sehingga akan dilakukan uji riksa kembali oleh instansi terkait," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).
KAI menyampaikan permintaan maaf lantaran proses perbaikan berdampak pada antrean di Stasiun Duri. Sementara waktu pengguna bisa menggunakan tangga manual sampai eskalator dipastikan aman digunakan. Sedangkan pengguna prioritas dapat menggunakan lift untuk menuju dan dari peron arah lintas Tangerang.
"Oleh karenanya, kami juga melakukan penambahan personel untuk membantu pengaturan flow pengguna di Stasiun Duri. Paralel akses 1 eskalator, tangga manual dan lift tersedia dan dapat digunakan oleh pengguna," ujarnya.
Karina memaparkan volume pengguna transit di Stasiun Duri rata-rata sebanyak 13 ribu lebih pengguna. Tim teknis juga terus melakukan perbaikan dan memastikan eskalator tersebut dapat berfungsi kembali dengan baik.
"KAI Commuter juga akan melakukan uji kelayakan pada eskalator ini untuk memastikan aspek keselamatan pengguna Commuter Line yang menggunakan fasilitas ini," kata dia.
"Atas situasi tersebut, kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, terutama bagi pengguna yang terdampak oleh kondisi fasilitas yang sekarang masih dalam perbaikan," imbuhnya.
Seorang penumpang KRL, Dave, mengaku masih berdesakan di Stasiun Duri pagi tadi. Hal itu terjadi lantaran eskalator di peron 5 masih belum dapat digunakan.
Ia tiba di Stasiun Duri sekitar pukul 07.20 WIB. Berdasarkan video yang diunggah di akun @daveclaofoile, terlihat penumpang yang turun dari KRL Tangerang dan hendak berpindah peron atau keluar stasiun mengantre panjang. Petugas KRL mengingatkan agar penumpang tidak saling dorong.
Dave mengatakan situasi di peron 5 Stasiun Duri pagi ini masih padat usai insiden salah satu eskalator rusak pada Minggu. Ia mengatakan ada penumpang yang hendak menaiki eskalator nyaris terjatuh.
"Berebutan naik eskalator, jadinya seperti tertera di video, ada yang nyaris jatuh," katanya.
Ia mengatakan banyak penumpang mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab eskalator yang rusak masih belum dapat dioperasikan.
Kondisi serupa terjadi sore hari saat jam pulang kerja. Penumpang yang hendak transit ke arah Tangerang di jam pulang kerja tampak menggunakan tangga manual dan kondisi di tangga terpantau padat.
"Merugikan pelanggan ya. Kita kan sebagai pelanggan di sini, sebelum eskalator mati juga sebenarnya sudah cukup sulit aksesnya. Jadi ketika eskalator mati satu itu benar-benar sangat menyulitkan para pengguna KRL. Jadi lebih chaos lagi," kata pengguna KRL, Ibnu (30).
Peron 5 juga terlihat lebih padat karena penumpang yang turun dari KRL harus antre lebih panjang lantaran satu eskalator mati. Penumpang yang hendak naik ke hall untuk transit ke arah Tanah Abang atau keluar dari Stasiun Duri harus bergantian naik satu eskalator.
Dia berharap eskalator yang rusak segera bisa beroperasi lagi. Dia mengaku harus mengatur ulang waktu perjalanannya karena antrean di Stasiun Duri lebih panjang.
"Yang biasanya kita bisa kejar di jam sekian, jadi mundur satu jadwal. Karena harus antre lebih panjang lagi. Terus udara di atas juga ketika ramai itu agak sesak. Karena padat, lebih padat sama pengunjung, sama pelanggan di sini," kata Ibnu.
"Harapannya sih lebih segera ditangani ya. Selain itu lebih diperbesar juga fasilitas di stasiun transit Duri ini. Sama aksesnya mungkin bisa ditambah tangga atau eskalator tambahan baru. Jadi tidak cuma ada dua akses gitu," ujar Ibnu.
Pengguna KRL lain, Marzuki (50), mengaku sudah lama menggunakan KRL dari Stasiun Duri. Dia juga mengaku terganggu karena satu eskalator tak berfungsi.
"Harapan, harapan saya mah cepatlah diperbaiki ya, cepat. Soalnya ini kalau waktu jam-jam sibuk pagi tuh padat banget sih ya antre. Saling berdesak-desakan gitu. Saling berebut, pengin duluan di Stasiun Duri ini," tutur Marzuki.