NADIKABAR.COM — Korea Selatan mengalami lonjakan pariwisata yang gila-gilaan karena didorong oleh popularitas K-Pop dan budaya. Anehnya, tur sejarah mereka malah kurang laku.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyatakan pada media bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan dalam jumlah pengunjung asing tim redaksi lokasi wisata sejarah kelam (dark tourism) dan objek wisata lainnya.

Dikutip dari Yonhap pada Rabu (26/8/2026), dark tourism adalah kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki sejarah kelam seperti perang, pembantaian, dan bencana. Beberapa contoh wisatanya adalah Seodaemun Prison History Hall (Aula Sejarah Penjara Seodaemun) dan Namyeong-dong Anti-Communist Interrogation Center (Pusat Interogasi Anti-Komunis Namyeong-dong).

Menurut Kementerian Kebudayaan, Seodaemun Prison History Hall hanya mencatat 1.433 pengunjung asing pada tahun 2024. Sebagai perbandingan, jumlah wisatawan asing yang mengunjungi objek wisata Gyeongbokgung, mencapai 2,78 juta orang pada tahun 2025 dan sekitar 2 juta orang pada tahun 2024. Gyeongbokgung adalah objek wisata paling populer saat ini di Korsel.

"Kami menawarkan 16 paket tur ke Penjara Seodaemun dan pusat interogasi Namyeong-dong setiap bulannya, namun separuhnya dibatalkan karena kurangnya peserta," ujar Park Ho-young, kepala Perencanaan Operasional Seoul di agen perjalanan Tourstory.