Oh Je-yeon, seorang profesor madya di Universitas Sungkyunkwan, mengatakan bahwa pengembangan narasi yang menarik sangat penting untuk memperluas jangkauan wisata sejarah kelam.
"Program-program tersebut sebaiknya menyajikan sejarah Korea dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, bahkan bagi orang asing yang tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai hal itu," ujar Oh.
Saat ini, Bandara Internasional Incheon menjadi didapuk sebagai bandara tersibuk dunia pada tengah semester tahun. Tercatat 38,39 juta penumpang internasional tim redaksi bulan Januari dan Juni. Angka tersebut meningkat 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pihak pengelola menyatakan bahwa ini adalah kali pertama Incheon menempati peringkat teratas sejak dibuka pada tahun 2001. Rekor ini bahkan mengungguli Bandara Heathrow di London dan Bandara Changi di Singapura.