NADIKABAR.COM — Atlet boccia Indonesia Gischa Zayana mengakhiri catatan buruk melawan Hiu Lam Yeung dengan mengalahkan wakil Hong Kong itu dalam final individual putri - BC2 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Hampir setiap pertemuan (melawan Hiu Lam Yeung) saya jarang menang sebenarnya," kata Gischa Zayana saat ditemui usai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu.

Gischa mengalahkan Hiu Lam dalam duel yang berlangsung sengit dengan skor akhir 6-5. Atlet berusia 21 tahun itu mengunci dua set pertama dengan unggul lima poin. Namun, pada set ketiga, Hiu Lam mendekat dengan mencetak empat poin, tanpa memberikan Gischa kesempatan untuk mencetak poin.

Persaingan sengit berlanjut pada set keempat saat kedua atlet masing-masing hanya mencetak satu poin. Dengan keunggulan satu poin, Gischa akhirnya mengunci kemenangan untuk merebut emas.

Gischa mengatakan cukup kesulitan menghadapi lawannya yang merupakan pemain senior dalam olahraga boccia. Menghadapi lawan yang secara statistik lebih dominan, Gischa memilih untuk bermain lepas dan tidak ingin terbebani dengan keunggulan lawan.

"Saya cuma pasrah dan menjalankan permainan saya dan berharap Allah kasih yang terbaik buat saya, gitu. Alhamdulillah, akhirnya bisa menang," katanya.

Gischa mengakui bahwa meskipun berhasil merebut emas, banyak hal yang harus diperbaiki dari penampilannya untuk menatap persaingan pada kejuaraan berikut.

Ia menyebut banyak melakukan kesalahan dalam laga final, namun masih beruntung karena dapat mengontrol dirinya untuk bisa mengembalikan fokus permainan.

"Ke depan, saya ingin bermain dengan lebih baik lagi. Saya juga ingin mencapai ya target-target yang lebih tinggi lagi," katanya.

Dengan perolehan emas Gischa, cabang boccia telah mengoleksi tiga emas bagi Kontingen Indonesia. Dua emas lainnya diraih Handayani dari nomor individual putri - BC1 dan Felix Yudah dari nomor individual putra - BC2.

Dengan tambahan itu, Kontingen Indonesia kini mengoleksi delapan emas, melampaui target tujuh emas yang ditetapkan untuk ajang multi cabang olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar Asia.

Lima emas lainnya dipersembahkan atlet para renang Maulana Rifky Yavianda sebanyak dua emas dari nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12.

Kemudian atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih emas nomor lempar cakram F57 putra dan Karisma Evi Tiarani pada nomor 100 meter putri T63, dan atlet para balap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin meraih emas individual pursuit 4000 meter putra C4.