"Kita sudah lihat Indonesia semester-I (tumbuh) 5,45%, lalu kita dapat angka kemarin, inflasi 3,19%, itu adalah angka-angka yang cukup memberikan confidence kepada kita bahwa perekonomian Indonesia itu stay resilien," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBNKita, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Ketahanan tersebut tidak hanya terlihat dari angka saja, tetapi juga berdampak langsung pada pergerakan ekonomi di tengah masyarakat. Aktivitas transaksi, gerak investasi, hingga konsumsi masyarakat terjaga dengan baik di tengah bervariasinya pertumbuhan ekonomi negara-negara mitra utama Indonesia, seperti India, Vietnam, Singapura, Malaysia, hingga China.
"Indonesia itu tetap resilient perekonomiannya, gerak ekonominya, gerak di masyarakat, transaksi yang ada di masyarakat. Itu gerak ekonomi itu transaksi, juga gerak investasi, gerak konsumsi," jelas ia.